Jumat, 19 Juni 2009

Rencana Bisnis

Rancangan Bisnis

Budidaya Cabai

Tujuan:
  1. Membuka lapangan kerja.
  2. Menambah penghasilan.
  3. Menambah pendapatan devisa.
  4. Menyalurkan hobi.
Gambaran:
  1. Perusahaan yang mampu bersaing dengan perkembangan jaman.
  2. Perusahaan yang profesional, cepat, dan berkualitas.
  3. Perusahaan yang berkualitas dari sisi pelayanan.
Unggulan produk:
  1. Cabai yang berwarna cerah.
  2. Bebas pestisida kimia.
  3. Segar dan higienis.
Kunci sukses:
  1. Jujur
  2. Profesional
  3. Bersih
  4. berkualitas dan berkuantitas
Modal:
Modal berasal dari keuangan sendiri.

Pemasaran:
Pemasaran dilakukan di pasar-pasar swalayan.

Senin, 30 Maret 2009

Pengaruh teknologi informatika

pengaruh teknologi informatika:
Positif
  1. Memudahkan dalam memahami bahasa inggris
  2. Mendapat informasi dengan cepat dan mudah
  3. Mudah mencari teman
Negatif
  1. Pornografi
  2. Mengurangi interaksi dengan masyrakat nyata
  3. Mengurangi uang

Cara Mengatasi
  1. Membuat komitmen dengan diri sendiri
  2. memanfaatkan waktu luang dengan bergaul di masyrakat
  3. Menpertebal iman

Kamis, 26 Maret 2009

aplikom pertanian

ALAT PERTANIAN TEKNOLOGI TINGGI

06/07/2004


Raven Industries photo
Raven Industries photo

Angkatan bersenjata Amerika mengembangkan Global Positioning System, GPS, alat untuk menentukan tempat di bumi dengan bantuan satelit, pada awal tahun 1970-an dalam masa perang dingin melawan Uni Soviet. Waktu itu, tujuannya adalah mengarahkan bom dan misil secara lebih akurat. Sistem itu kemudian digunakan untuk mengarahkan misil Tomahawk dalam perang Teluk Persia yang pertama.

Empat tahun yang lalu, pemerintahan Clinton mengizinkan sinyal satelit GPS digunakan untuk tujuan non-militer. Sejak itu, aplikasi komersial GPS tumbuh dengan pesat, antara lain dalam bidang pertanian.
Raven Industries photo
Raven Industries photo

Ketika Tate Von Eye menghidupkan traktornya untuk menyemprotkan herbisida di ladang kedelai di South Dakota, ia menunggu dua tiga menit sampai sistem navigasinya tersambung dengan satelit GPS.

Lewat sebuah layar monitor, Tate Von Eye dapat mengetahui bahwa posisi traktor sudah tepat. Sekali jalan, traktor itu menyemprot lahan selebar tigapuluh meter. Dengan monitor yang menunjukkan sinyal dari satelit itu, ia dapat melakukan penyemprotan dengan sangat tepat, tanpa ada lahan yang terlewat, tetapi juga tidak ada lahan yang tersemprot dua kali sehingga memboroskan herbisida.

Sebelum memiliki alat ini, Tate Von Eye harus menggunakan mata telanjang untuk mengira-ngira jalur traktor. Sangat sulit untuk melakukannya di lahan luas yang berwarna hijau itu. Bahkan bagi petani yang sangat berpengalaman, jalur penyemprotan harus tumpang tindih, supaya tidak ada lahan yang terlewatkan.

Sekarang, berkat satelit GPS, Tate Von Eye dapat melakukannya dengan toleransi 20 sentimeter. Dengan keakuratan seperti ini, ia memperkirakan, dapat menghemat kira-kira lima persen herbisida. Untuk lahannya yang tidak begitu luas, ini berarti penghematan sekitar 50 dolar. Ia menghemat setiap kali menggunakan traktornya, baik untuk menabur benih, atau menabur pupuk. Dengan penghematan ini, uang pembelian sistem GPS akan kembali dalam waktu dua tahun.

Sistem GPS yang digunakan Tate Von Eye dirancang dan dibuat oleh Raven Industries, yang terletak di kota Sioux Falls. Di pabrik itu, sebuah mesin dengan lengan robot memasang chip pada lempeng komputer, yang menjadi jantung sistem navigasi GPS.

Penjualan sistem GPS buatan Raven meningkat lima kali lipat dalam tiga tahun terakhir ini. Perusahaan-perusahaan saingan Raven juga sangat sibuk. Manajer Pemasaran Raven, Troy Schraeder mengatakan, biaya produksi pertanian meningkat lebih cepat daripada kenaikan harga biji-bijian. Ini mendorong adanya sistem pertanian dengan presisi tinggi.

Sistem GPS jelas meningkatkan efisiensi. Kalau operasi dapat dikelola dengan lebih effektif, jelas itu akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar.

Karena petani menanam, menyemprot dan memanen dengan lebih effisien, mereka tidak menghabiskan waktu terlalu lama di atas traktor mereka. Sistem GPS Raven yang paling sederhana harganya tiga ribu dolar. Sistem GPS yang paling lengkap dan canggih harganya lebih dari empat puluh ribu dolar. Sistem ini dapat mengemudikan traktor, dengan toleransi sampai satu atau dua sentimeter saja. Sistem ini juga dapat mengubah volume penyemprotan herbisida atau pupuk, lewat data yang disimpan dalam komputer. Dengan begitu, aplikasi produk dapat dikurangi, kalau tidak perlu.

Ini adalah cara bertani yang baru di Amerika. Sebagaimana semua teknologi baru, perlu waktu bagi orang untuk menjadi terbiasa. Tetapi Troy Schraeder mengatakan, Raven berusaha mendesain produk yang mudah dipahami dan digunakan. Sekarang sudah banyak petani yang akrab dengan komputer dan otomatisasi.

Sebagian, mungkin karena demografi petani sudah agak berubah, dan mereka memiliki latar belakang pengetahuan komputer yang lebih baik. Sistem GPS juga banyak dipasang dalam mobil penumpang, ada juga yang dibuat dalam ukuran genggam. Jadi orang telah lebih akrab dengan teknologi GPS.
GPS device
GPS device

Troy Schraeder meramalkan, tidak lama lagi antena-antena GPS akan terpasang di banyak traktor seperti layaknya antena radio di mobil sekarang ini.

http://www.voanews.com/indonesian/archive/2004-07/a-2004-07-06-12-1.cfm?moddate=2004-07-06

Kamis, 19 Maret 2009

aplikom pertanian 2

eographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.
Teknologi GIS mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan, serta analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui gambar-gambar petanya.
Kemampuan tersebut membuat sistem informasi GIS berbeda dengan sistem informasi pada umumnya dan membuatnya berharga bagi perusahaan milik masyarakat atau perseorangan untuk memberikan penjelasan tentang suatu peristiwa, membuat peramalan kejadian, dan perencanaan strategis lainnya.

GIS adalah sebuah teknologi yang mampu merubah besar-besaran tentang bagaimana sebuah aktivitas bisnis diselenggarakan. Teknologi GIS memungkinkan Anda untuk melihat informasi bisnis Anda secara keseluruhan dengan cara pandang baru, melalui basis pemetaan, dan menemukan hubungan yang selama ini sama sekali tidak terungkap.


Pertanian, Kehutanan

* Mengelola Produksi Tanaman
GIS dapat digunakan untuk membantu mengelola sumberdaya pertanian dan perkebunan seperti luas kawasan untuk tanaman, pepohonan, atau saluran air. Anda dapat menggunakan GIS untuk menetapkan masa panen, mengembangkan sistem rotasi tanam, dan melakukan perhitungan secara tahunan terhadap kerusakan tanah yang terjadi karena perbedaan pembibitan, penanaman, atau teknik yang digunakan dalam masa panen.
* Mengelola Sistem Irigasi
Anda dapat menggunakan GIS untuk membantu memantau dan mengendalikan irigasi dari tanah-tanah pertanian. GIS dapat membantu memantau kapasitas sistem, katup-katup, efisiensi, serta distribusi menyeluruh dari air di dalam sistem.

* Perencanaan dan riwayat sumberdaya kehutanan
Perencanaan dan riwayat manajemen pertanahan
Integrasinya dengan sistem hukum
Integrasinya dengan manajemen basis data relasional
Sistem-sistem

aplikom pertanian 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Pagi,
Nama Saya Achmad Wiroi
Saya bertugas di Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian – Departemen Pertanian.
Sebagai Ahli Pranata Komputer Pratama, sebagai Jabatan Fungsional
Hari ini Kita bertemu untuk mengikuti Pelatihan PIP berbasis Internet, aplikasi SINGOSARI.
SINGOSARI merupakan singkatan dari Sistem Informasi peNGOlahan dan pemaSaran hAsil peRtanIan.
Jadi ini merupakan perangkat aplikasi komputer berbasis Web dengan memanfaatkan teknologi Jaringan Internet sebagai media Akses, yang dikembangkan untuk mengelola Data data lingkup Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian menjadi suatu Informasi Pengolahan hasil dan Pemasaran Hasil Pertanian yang akurat, obyektif, tepat waktu.
Jadi nantinya diarahkan menjadi Portal informasi kegiatan industri pertanian Nasional.
Aplikasi ini didesain untuk sedemikian rupa sehingga seluruh daerah dapat saling proaktif untuk memperbaharui informasi di dalamnya dengan lebih mandiri. Karena masing-masing daerah dari Propinsi sampai tingkat Kabupaten dapat mengelola informasinya sendiri sesuai dengan daerahnya masing-masing .
Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini mengimplementasikan Teknologi Remote database Entry atau biasa disebut secara umum E-Form (Formulir Electronik) dengan memanfaatkan DBMS-DataBase Management System berbasis Arsitektur Client- Server.
Database Storage diletakkan di Mesin Komputer Database Server di Pusat (agribisnis.deptan.go.id). Sedangkan dari daerah (Client) dapat secara remote meng-entry/update data-data menyangkut daerahnya dengan menggunakan Otentikasi - otoritas terbatas, seperti UserID dan Password. Hasil Update informasi tersebut secara real time dapat diakses oleh pengguna umum melalui Internet dengan Web Browser.
Sehingga masing-masing Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten akan memiliki petugas administrator sekaligus operator yang saat ini diproyeksikan adalah petugas Informasi Pasar daerah yang bersangkutan.
Dengan fasilitas entri dan penelusuran data tersebut dapat digunakan untuk melakukan peremajaan data setiap saat langsung dari sumber data, dimana data tersebut akan langsung masuk ke database server. Data yang sudah masuk secara otomatis segera dapat ditampilkan kapan saja dan dimana saja melalui akses internet.





Cakupan informasi yang disediakan oleh SINGOSARI secara umum adalah:
Rumpun komoditi unggulan beserta produk turunannya yang digambarkan dengan pohon industri. Komoditi unggulan beserta produk Turunannya ( Berdasarkan SE Sekjen Deptan No. 444/RC.410/B/V/2003 tanggal 29 Mei 2003 )
Tanaman Pangan: Padi, Kedele, Jagung, Ubi Kayu, Kacang Tanah
Hortikultura: Jeruk, Manggis, Mangga, Bawang Merah, Cabe Merah, Pisang, Durian, Anggrek, Rimpang, Kentang
Perkebunan: Karet, Kelapa Sawit, Kakao, Kapas, Tebu, Tembakau
Peternakan: Sapi Potong, Kambing, Domba, Ayam Buras, Itik
Namun dari masukan beberapa daerah, komoditi akan ditambah agar bisa mengakomodir semua komoditas unggulan di setiap propinsi.
Menyajikan informasi tentang pengolahan produk dengan cakupan informasi mengenai : proses pengolahan, standar mutu, kebijakan pemerintah dalam pengolahan produk, industri pengolahan, kapasitas/skala usaha & biaya produksi.
Menyajikan informasi tentang pemasaran produk dengan cakupan informasi mengenai : channel/rantai distribusi, rantai pemasaran, kebijakan pemerintah, harga produk, supply demand dalam dan luar negeri
Informasi tersedia untuk rumpun komoditi pada seluruh propinsi sampai tingkat kota/kabupaten.
Untuk tahun 2004 ini Aplikasi ini sedang dalam tahap penyempurnaan sehingga masih ada sedikit kekurangan yang timbul yang perlu penyesuaian.
Jadi kemungkinan ada beberapa modul yang masih belum ditampilkan maksimal, karena memang sedang dalam tahap penyempurnaan kembali setelah banyak masukan-masukan sewaktu Pelatihan Aplikasi ini di Jakarta, bulan Agustus & September lalu.
Walau demikian esensi dari aplikasi ini tetap tidak berubah, prosedur yang diberikan untuk menjalankan aplikasi ini umumnya tetap sama. Perubahan nantinya Hanya pada result Output.
Contoh pada Modul [Industri Pengolahan – Peternakan]


Untuk dapat mengakses Aplikasi SINGOSARI – http://agribisnis.deptan.go.id - Klik Menu [SINGOSARI]


MENU HALAMAN DEPAN

Berita terbaru dari Admin
Menu Komoditi
[Komoditi Peternakan] – [Sapi] – [Jawa Timur]
Untuk kembali klik [Menu Utama]


Menu Admin – Hal 54

Klasifikasi Admin si Aplikasi SINGOSARI ini ada 3,
Admin Nasional – Otoritas Sistem keseluruhan
Admin Propinsi – Otoritas Administrasi Propinsi ybs dan kabupaten di bawahnya
Admin Daerah/Kabupaten-Kota -- Otoritas pengelolaan Data daerah yang bersangkutan
Yang masing-masing Admin tersebut mempunyai otoritas dan batasannya masing-masing sesuai Tugas dan fungsinya.
Untuk Admin Propinsi, masukkan userID dan Password yang telah dicreate dan diberikan oleh Admin Nasional
Nama
userid
password
Propinsi Jawa Tengah
mpunak-jateng
nakjateng
Propinsi Jawa Timur
mpunak-jatim
nakjatim
Propinsi Bali
mpunak-bali
nakbali
Propinsi Nusa Tenggara Barat
mpunak-ntb
nakntb
Propinsi Sulawesi Utara
sulut
sulut
DKI Jakarta
mpunak-dki
nakdki
Propinsi Lampung
mpunak-lampung
naklampung
Propinsi DI. Yogyakarta
mpunak-diy
nakdiy
Propinsi Banten
mpunak-banten
nakbanten
Proponsi Jawa Barat
mpunak-jabar
nakjabar


Create daftar Kabupaten /Kota, jika belum di create
Masing-masing Admin membuat Daftar Kabupaten sesuai dengan Propinsi yang bersangkutan.
Misalnya untuk Propinsi Sulawesi Utara (Kode:71), Daerahnya antara lain:
Kota Manado (71-{ketik kode [01]})
Kota Bitung (71-{ketik kode [02]})
Kabupaten Minahasa (71-{ketik kode [03]})
Kabupaten Bolaang Mongondow (71-{ketik kode [04]})
Kabupaten Sangihe Talaud (71-{ketik kode [05]})
Kabupaten Talaud (71-{ketik kode [06]})
Index Kode Kabupaten adalah wewenang dari Admin Propinsi, yang perlu diperhatikan adalah keseluruhan kode tersebut harus unik satu sama lain.


Create Daftar Admin daerah ybs, Dari daftar Kabupaten yang ada, -- Contoh dari Admin Propinsi Maluku
Kota Menado – Adminmenado – pwd: adminmenado
Kota Bitung – Adminbitung – pwd: adminbitung
Kabupaten Minahasa – Admin03
Kab.Bolaang Mongondow – Admin04
Kab.Sangihe Talaud – Admin05
Kab.Talaud – Admin06
Untuk Admin Propinsi Wewenang dan batasannya antara lain:
Meng create Daftar Daerah Kabupaten/Kota – tk2
Meng create Admin daerah sesuai propinsi ybs
Berwenang memasukkan data ALSINTAN
dll


Update Data Komoditi
Jalankan prosedur pada modul Aplikasi SINGOSARI hal. 54-87
Untuk memasukkan Form Entry Industri Pengolahan – Jenis Olahan , pertama kali masukkan dahulu data profil lembaga usaha industri pengolahan yang bersangkutan.



Isi Materi dengan Pengenalan Internet
Email
Browser
Surffing
Searching
dll




PENUTUP

Untuk lebih mengoptimalkan pencapaian tujuan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian berbasis Internet juga perlu diperhatikan:
Upaya koordinasi yang lebih baik antar lembaga terkait dalam hal diseminasi informasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian sehingga terciptanya upaya yang kontinyu dan konsisten di dalam pembaharuan data dan informasi .
Perlu upaya Konsistensi di dalam penerapan metodologi pengumpulan data yang benar dan sama di setiap daerah, agar data yang dikumpulkan mempunyai tingkat kepercayaan dan realibilitas tinggi serta comparable.
Selain itu Perlu peran Pemerintah pusat dan daerah yang lebih intensif lagi di dalam dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan tepat guna dan peningkatan kemampuan petugas di dalam pengelolaan sistem informasi pasar di daerah masing-masing.

aplikom pertanian 1

  • Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  • Selamat Pagi,

  • Nama Saya Achmad Wiroi

  • Saya bertugas di Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian – Departemen Pertanian.

  • Sebagai Ahli Pranata Komputer Pratama, sebagai Jabatan Fungsional

  • Hari ini Kita bertemu untuk mengikuti Pelatihan PIP berbasis Internet, aplikasi SINGOSARI.

  • SINGOSARI merupakan singkatan dari Sistem Informasi peNGOlahan dan pemaSaran hAsil peRtanIan.

  • Jadi ini merupakan perangkat aplikasi komputer berbasis Web dengan memanfaatkan teknologi Jaringan Internet sebagai media Akses, yang dikembangkan untuk mengelola Data data lingkup Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian menjadi suatu Informasi Pengolahan hasil dan Pemasaran Hasil Pertanian yang akurat, obyektif, tepat waktu.

  • Jadi nantinya diarahkan menjadi Portal informasi kegiatan industri pertanian Nasional.

  • Aplikasi ini didesain untuk sedemikian rupa sehingga seluruh daerah dapat saling proaktif untuk memperbaharui informasi di dalamnya dengan lebih mandiri. Karena masing-masing daerah dari Propinsi sampai tingkat Kabupaten dapat mengelola informasinya sendiri sesuai dengan daerahnya masing-masing .

  • Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini mengimplementasikan Teknologi Remote database Entry atau biasa disebut secara umum E-Form (Formulir Electronik) dengan memanfaatkan DBMS-DataBase Management System berbasis Arsitektur Client- Server.

  • Database Storage diletakkan di Mesin Komputer Database Server di Pusat (agribisnis.deptan.go.id). Sedangkan dari daerah (Client) dapat secara remote meng-entry/update data-data menyangkut daerahnya dengan menggunakan Otentikasi - otoritas terbatas, seperti UserID dan Password. Hasil Update informasi tersebut secara real time dapat diakses oleh pengguna umum melalui Internet dengan Web Browser.

  • Sehingga masing-masing Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten akan memiliki petugas administrator sekaligus operator yang saat ini diproyeksikan adalah petugas Informasi Pasar daerah yang bersangkutan.

  • Dengan fasilitas entri dan penelusuran data tersebut dapat digunakan untuk melakukan peremajaan data setiap saat langsung dari sumber data, dimana data tersebut akan langsung masuk ke database server. Data yang sudah masuk secara otomatis segera dapat ditampilkan kapan saja dan dimana saja melalui akses internet.





  • Cakupan informasi yang disediakan oleh SINGOSARI secara umum adalah:

  • Rumpun komoditi unggulan beserta produk turunannya yang digambarkan dengan pohon industri. Komoditi unggulan beserta produk Turunannya ( Berdasarkan SE Sekjen Deptan No. 444/RC.410/B/V/2003 tanggal 29 Mei 2003 )

    • Tanaman Pangan: Padi, Kedele, Jagung, Ubi Kayu, Kacang Tanah

    • Hortikultura: Jeruk, Manggis, Mangga, Bawang Merah, Cabe Merah, Pisang, Durian, Anggrek, Rimpang, Kentang

    • Perkebunan: Karet, Kelapa Sawit, Kakao, Kapas, Tebu, Tembakau

    • Peternakan: Sapi Potong, Kambing, Domba, Ayam Buras, Itik

Namun dari masukan beberapa daerah, komoditi akan ditambah agar bisa mengakomodir semua komoditas unggulan di setiap propinsi.

  • Menyajikan informasi tentang pengolahan produk dengan cakupan informasi mengenai : proses pengolahan, standar mutu, kebijakan pemerintah dalam pengolahan produk, industri pengolahan, kapasitas/skala usaha & biaya produksi.

  • Menyajikan informasi tentang pemasaran produk dengan cakupan informasi mengenai : channel/rantai distribusi, rantai pemasaran, kebijakan pemerintah, harga produk, supply demand dalam dan luar negeri

  • Informasi tersedia untuk rumpun komoditi pada seluruh propinsi sampai tingkat kota/kabupaten.

  • Untuk tahun 2004 ini Aplikasi ini sedang dalam tahap penyempurnaan sehingga masih ada sedikit kekurangan yang timbul yang perlu penyesuaian.

  • Jadi kemungkinan ada beberapa modul yang masih belum ditampilkan maksimal, karena memang sedang dalam tahap penyempurnaan kembali setelah banyak masukan-masukan sewaktu Pelatihan Aplikasi ini di Jakarta, bulan Agustus & September lalu.

  • Walau demikian esensi dari aplikasi ini tetap tidak berubah, prosedur yang diberikan untuk menjalankan aplikasi ini umumnya tetap sama. Perubahan nantinya Hanya pada result Output.

    • Contoh pada Modul [Industri Pengolahan – Peternakan]





MENU HALAMAN DEPAN


Berita terbaru dari Admin

Menu Komoditi

  • [Komoditi Peternakan] – [Sapi] – [Jawa Timur]

  • Untuk kembali klik [Menu Utama]



Menu Admin – Hal 54


  • Klasifikasi Admin si Aplikasi SINGOSARI ini ada 3,

    • Admin Nasional – Otoritas Sistem keseluruhan

    • Admin Propinsi – Otoritas Administrasi Propinsi ybs dan kabupaten di bawahnya

    • Admin Daerah/Kabupaten-Kota -- Otoritas pengelolaan Data daerah yang bersangkutan

  • Yang masing-masing Admin tersebut mempunyai otoritas dan batasannya masing-masing sesuai Tugas dan fungsinya.

  • Untuk Admin Propinsi, masukkan userID dan Password yang telah dicreate dan diberikan oleh Admin Nasional

Nama

userid

password

Propinsi Jawa Tengah

mpunak-jateng

nakjateng

Propinsi Jawa Timur

mpunak-jatim

nakjatim

Propinsi Bali

mpunak-bali

nakbali

Propinsi Nusa Tenggara Barat

mpunak-ntb

nakntb

Propinsi Sulawesi Utara

sulut

sulut

DKI Jakarta

mpunak-dki

nakdki

Propinsi Lampung

mpunak-lampung

naklampung

Propinsi DI. Yogyakarta

mpunak-diy

nakdiy

Propinsi Banten

mpunak-banten

nakbanten

Proponsi Jawa Barat

mpunak-jabar

nakjabar



  • Create daftar Kabupaten /Kota, jika belum di create

    • Masing-masing Admin membuat Daftar Kabupaten sesuai dengan Propinsi yang bersangkutan.

    • Misalnya untuk Propinsi Sulawesi Utara (Kode:71), Daerahnya antara lain:

      • Kota Manado (71-{ketik kode [01]})

      • Kota Bitung (71-{ketik kode [02]})

      • Kabupaten Minahasa (71-{ketik kode [03]})

      • Kabupaten Bolaang Mongondow (71-{ketik kode [04]})

      • Kabupaten Sangihe Talaud (71-{ketik kode [05]})

      • Kabupaten Talaud (71-{ketik kode [06]})

    • Index Kode Kabupaten adalah wewenang dari Admin Propinsi, yang perlu diperhatikan adalah keseluruhan kode tersebut harus unik satu sama lain.



  • Create Daftar Admin daerah ybs, Dari daftar Kabupaten yang ada, -- Contoh dari Admin Propinsi Maluku

    • Kota Menado – Adminmenado – pwd: adminmenado

    • Kota Bitung – Adminbitung – pwd: adminbitung

    • Kabupaten Minahasa – Admin03

    • Kab.Bolaang Mongondow – Admin04

    • Kab.Sangihe Talaud – Admin05

    • Kab.Talaud – Admin06

  • Untuk Admin Propinsi Wewenang dan batasannya antara lain:

    • Meng create Daftar Daerah Kabupaten/Kota – tk2

    • Meng create Admin daerah sesuai propinsi ybs

    • Berwenang memasukkan data ALSINTAN

    • dll



Update Data Komoditi

  • Jalankan prosedur pada modul Aplikasi SINGOSARI hal. 54-87

  • Untuk memasukkan Form Entry Industri Pengolahan – Jenis Olahan , pertama kali masukkan dahulu data profil lembaga usaha industri pengolahan yang bersangkutan.



Isi Materi dengan Pengenalan Internet

Email

Browser

Surffing

Searching

dll





PENUTUP


Untuk lebih mengoptimalkan pencapaian tujuan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian berbasis Internet juga perlu diperhatikan:

  • Upaya koordinasi yang lebih baik antar lembaga terkait dalam hal diseminasi informasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian sehingga terciptanya upaya yang kontinyu dan konsisten di dalam pembaharuan data dan informasi .

  • Perlu upaya Konsistensi di dalam penerapan metodologi pengumpulan data yang benar dan sama di setiap daerah, agar data yang dikumpulkan mempunyai tingkat kepercayaan dan realibilitas tinggi serta comparable.

  • Selain itu Perlu peran Pemerintah pusat dan daerah yang lebih intensif lagi di dalam dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan tepat guna dan peningkatan kemampuan petugas di dalam pengelolaan sistem informasi pasar di daerah masing-masing.





Masukkan Code ini K1-DAA4EB-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com